Jika dunsanak berasal dari desa, tentu akrab dengan tumbuhan yang satu ini. Alang-Alang tumbuh sangat cepat dan sering memenuhi lahan yang akan kita tanami. Waktu kecil penulis menjadikan bunganya sebagai media untuk sebuah permainan. Meskipun berusaha di babat habis, namun rimpangnya yang ada di dalan tanah akan menumbuhkan tunas-tunas baru dan tumbuh sebagai tumbuhan yang terlihat liar dan tak bermanfaat bahkan penganggu. Tapi apa hal si rimpang liar? Sehingga di daulat sebagai salah satu tumbuhan obat yang memiliki khasiat luar biasa?
Tumbuhan yang bernama latin Imperata cylindrica ini ternyata mempunyai efek farmakologis atau dengan kata lain tumbuhan ini mempunyai sifat: anti piretik/menurunkan panas, hemostatik/menghentikan pendarahan, menghilangkan haus, diuretic.
Alang-Alang pada umumnya tumbuh liar di hutan, ladang, lapangan berumput, dan pada tepi jalan pada daerah kering yang mendapat sinar matahari. Tanaman alang-alang biasanya tumbuh tegak dengan ketinggian sekitar 30 – 180 cm, berbatang padat, dan berbuku-buku yang berambut jarang. Daun berbentuk pita, tegak, berujung runcing, tepi rata, berambut kasar dan jarang. Warna daun hijau, panjang 12-80 cm, dan lebar 5-18 mm. Perbungaan berupa bulir majemuk dengan panjang tangkai bulir 6-30 cm. Panjang bulir sekitar 3 mm, berwarna putih, agak menguncup, dan mudah diterbangkan oleh angin. Pada satu tangkai terdapat dua bulir bersusun, yang terletak diatas adalah bunga sempurna, sedang yang dibawah adalah bunga mandul. Pada pangkal bulir terdapat rambut halus yang panjang dan padat berwarna putih. Biji dengan panjang sekitar 1 mm berwarna coklat tua. Akar kaku berbuku-buku dan menjalar.
Kandungan Akar Alang-Alang
Menurut hasil penelitian para ahli tanaman, ada banyak kandungan kimiawi yang terdapat di dalam akar dan batang tanaman alang-alang. Tanaman rumput ini memiliki kandunganglukosa, mengandung malic acid, terdapat kandungan citric acid. Selain itu pada akar alang-alang juga terdapat kandungan kimia coixol, arundoin, cylindrin, fermenol, simiarenol serta kandungan anemonin. Bagian tanaman alang-alang yang sering gunakan untuk pengobatan adalah bagaian akar(rimpang), bagian daun serta bagian bunganya. Dengan kandungan-kandungan itu, alang-alang bersifat antipiretik (menurunkan panas), diuretik (meluruhkan kemih), hemostatik (menghentikan pendarahan), dan menghilangkan haus dan membuat adem.
Pemanfaatan Akar Ilalang
- Manfaat akar alang-alang sebagai obat penyakit ginjal akut
Siapkan akar alang-alang yang segar sebanyak 60 – 120 gram, potong-potong akar menjadi ukuran kecil, lalu cuci dan bersihkan sampai benar-benar bersih. Rebuslah akar dengan air bersih sebanyak 3 gelas. Tunggu dan biarkan rebusan mendidih hingga air tersisa menjadi 1 gelas. Kemudian angkat dan dinginkan air rebusan dan saringlah untuk memisahkan ampas. Minumlah secara rutin 2 kali sehari untuk mendapatkan khasiat dan manfaat akar alang-alang sebagai obat penyakit ginjal akut.
- Alang – Alang untuk obat Muntah Darah
Caranya: 30 – 60 gram akar segar dari alang – alang dicuci bersih, lalu dipotong-potong seperlunya dan rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa hanya tinggal 1 gelas. Dapat diminum setelah dingin.
- Alang – Alang untuk obat Kencing Nanah
Caranya : 300 gram akar segar dari alang – alang dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya, lalu direbus dalam 2.000cc air bersih sampai tersisa tinggal 1.200cc, tambahkan gula batu secukupnya. Setelah itu dibagi menjadi 3 kali minum sebagai teh. Selama sepuluh hari.
- Alang – Alang untuk obat Mimisan
caranya: akar segar dari alang – alang dicuci bersih, lalu ditumbuk dan diperas airnya sampai terkumpul 100cc setelah itu langsung diminum. Atau bisa juga dengan cara: ambil 30 gram akar segar dari alang – alang dicuci bersih, setelah itu direbus dalam 3 gelas air sampai tersisa hanya tinggal 1 gelas dan dapat langsung diminum.
Mari kembali ke alam... Salam
Referensi: